gap theory, gap research, dan gap phenomena terkait penelitian mengenai model pelatihan guru moda online untuk integrasi teknologi dalam pembelajaran
Gap Theory: Terdapat kesenjangan antara kemampuan guru dalam mengintegrasikan teknologi dalam pembelajaran dan kebutuhan siswa akan penggunaan teknologi yang efektif. Hal ini mengakibatkan perlunya pengembangan model pelatihan guru moda online yang dapat meningkatkan kompetensi guru dalam mengintegrasikan teknologi.
Gap Research: Penelitian sebelumnya berfokus pada pelatihan guru secara tatap muka, namun belum banyak yang mengkaji efektivitas pelatihan guru moda online untuk integrasi teknologi dalam pembelajaran. Sehingga diperlukan penelitian yang mengembangkan dan menguji model pelatihan guru moda online.
Gap Phenomena: Masih rendahnya kemampuan guru dalam mengintegrasikan teknologi dalam pembelajaran, terutama di masa pandemi COVID-19 yang mengharuskan pembelajaran dilakukan secara daring. Hal ini menjadi fenomena yang perlu diatasi melalui pengembangan model pelatihan guru moda online.
Pendekatan task-centered instruction yang dikemukakan oleh Merrill (2002) dan van Merrienboer (1997) memfokuskan pembelajaran pada tugas-tugas yang autentik dan kompleks, serta memberikan dukungan bagi peserta didik untuk menyelesaikan tugas-tugas tersebut. Hal ini selaras dengan kebutuhan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam mengintegrasikan teknologi dalam pembelajaran, di mana guru perlu diberikan kesempatan untuk berlatih dan menyelesaikan tugas-tugas autentik terkait integrasi teknologi (Banas & York, 2014; Tondeur et al., 2017).
Selain itu, pemanfaatan LMS (Learning Management System) dan teknologi AI (AI query/chatbot) dalam model pelatihan yang Anda kembangkan dapat menjadi inovasi penting. LMS dapat memfasilitasi pembelajaran online secara efektif, sementara teknologi AI dapat memberikan dukungan dan umpan balik secara interaktif kepada peserta pelatihan (Koehler & Mishra, 2009; Almerich et al., 2016). Hal ini dapat menjawab kebutuhan akan pelatihan guru moda online yang efektif, terutama di masa pandemi COVID-19 yang mengharuskan pembelajaran dilakukan secara daring.
Dengan demikian, penelitian yang mengembangkan model pelatihan guru moda online dengan pendekatan task-centered instruction dan memanfaatkan LMS serta teknologi AI dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam mengatasi gap antara kemampuan guru dan kebutuhan integrasi teknologi dalam pembelajaran. Novelty penelitian terletak pada pengembangan model pelatihan yang inovatif dan sesuai dengan kebutuhan guru di era digital saat ini.